Showing posts with label umum. Show all posts
Showing posts with label umum. Show all posts

Sunday, October 19, 2014

Cara mendapatkan Url lagu

Cara Mendapatkan Url Lagu - Setelah sebelumnya saya share cara memasang Mp3 ringan pada blog, kini saya akan tunjukkan bagaimana cara mendapatkan url lagu untuk dipasang pada blog.

1. Kunjungi situs ini

2. Klik tulisan "enter"


Cara Mendapatkan Url Lagu
3. Klik "connect" untuk menggunakan aplikasi tersebut. Izinkan aplikasi tersebut untuk tersambung pada akun facebook anda

4. Setelah selesai, upload lagu yang ingin kalian dapatkan url'nya dengan cara klik "add files"

Cara Mendapatkan Url Lagu
5. Selanjutnya klik "start upload" untuk memulai proses pengambilan url
6. Tunggu proses upload 5-10 menit tergantung besar ukuran file lagunya
7. Setelah proses upload selesai, akan muncul kode seperti ini
Cara Mendapatkan Url Lagu
Ambil kode yang saya beri kotak, itulah url lagu yang kalian upload tadi. Sekarang kalian bisa menggunakan url tersebut untuk dipasang pada blog anda.
NB : INGAT! Url blog hanya berformat atau berakhiran .mp3 atau .swf saja. Bukan .html
Ok, sekian dulu ilmu dari saya. Semoga bermanfaat ^_^

Cara memasang lagu di blog

Memasang musik/lagu pada blog memang dapat menemani rasa sepi untuk pengunjung yang mengunjungi blog kita, selain itu juga dapat membuat pengunjung betah ketika membaca artikel. Tetapi tidak semua pengunjung suka untuk mendengarkan musik, melainkan mereka fokus terhadap artikel yang mereka cari.

Saya juga pernah memasang lagu pada blog ini, tetapi saya khawatir pengunjung di blog saya akan merasa terganggu dengan adanya lagu karena blog saya ini berisi tentang hal-hal yang mengenai Blogger dan sesuatu yang Unik. Jadi, sebagian besar pengunjung blog saya adalah pengunjung yang lebih fokus terhadap artikel yang mereka cari atau yang sedang mereka baca. Apalagi kalau bicara tentang Trick pengunjung akan merasa sangat fokus terhadap trick yang disampaikan agar bisa mendapatkan hasil yang mereka inginkan.

Trik kali ini mengenai "Cara Memasang Lagu di Blog", Lagu disini bisa anda pilih sendiri sesuai dengan keinginan anda.
Berikut langkah-langkahnya :

  1. Kunjungi website http://scmplayer.net/
  2. Kemudian pilih warna background yang anda inginkan dan klik Edit Playlist
     
    Fajri Mansyah Share
  3. Masukkan Judul lagu dan URL lagu untuk ditampilkan di blog, kelebihan menggunakan scmplayer anda bisa menambahkan lagu sebanyak mungkin.
    *Contoh saya memasukkan lagu JKT48 disini yang URLnya saya ambil dari https://soundcloud.com 
    Fajri Mansyah Share
  4. Klik Next dan atur sesuai dengan keinginan anda. Lihat gambar
    Fajri Mansyah Share
    Keterangan :
    - Centang Auto Play untuk membuat lagu mulai dengan otomatis
    - Shuffle Playback adalah untuk memutar secara acak lagu anda
    - Default Volume adalah volume suara
    - Repeat Mode terbagi menjadi 3 :
    Play Playlist Once = hanya memutar 1 lagu pertama
    Repeat Playlist = Untuk mengulang lagu
    Repeat Item = Untuk mengulang lagu setelah semua lagu selesai di putar
    - Placement of Player Bar adalah lokasi scmplayer
    - Show Playlist by Default adalah untuk menampilkan daftar lagu di samping kanan blog
  5. Jika sudah klik Done, maka akan muncul kode. Copy kode tersebut. 
    Fajri Mansyah Share
  6. Pastekan kodenya dengan cara :
    • Login ke Blogger
    • Klik Template -> Edit HTML
    • cari kode <body> atau <body (gunakan F3 atau CTRL+F untuk mempermudah)
    • pastekan kode tadi bawah kode <body>
  7. Dan Terkahir Simpan template

Demikan trik untuk malam hari ini semoga bermanfaat.

Sedikit info tentang candi Borobudur

Candi borobudur merupakan salah satu obyek wisata yang terkenal di Indonesia yang terletak di Borobudur, Magelang, Jawa Tengah. Nama Borobudur berasal dari gabungan kata Boro dan Budur, Boro berasal dari kata Sangsekerta berarti “ Vihara” yang berarti komplek Candi dan Bihara atau juga asrama ( Menurut Purwacaraka Dan Stuten Herm ) sedangkan Budur dalam bahasa Bali “ Bedudur” yang artinya di Atas. Jadi nama Borobudur berarti asrama atau bahasa ( Komplek Candi ) yang terletak di atas bukit



Waktu didirikannya Candi Borobudur tidaklah dapat diketahui dengan pasti namun suatu perkiraan dapat di peroleh dengan tulisan singkat yang di pahatkan di atas pigura relief kaki asli Candi Borobudur ( Karwa Wibhangga ) menunjukan huruf sejenis dengan yang di dapatkan dari prasati di akhir abad ke – 8 sampai awal abad ke – 9 dari bukti – bukti tersebut dapat di tarik kesimpulan bahwa Candi Borobudur di dirikan sekitar tahun 800 M.

Candi Borobudur dibangun sekitar tahun 800 sebelum masehi atau abad ke 9 . Borobudur dibangun oleh pengikut Buddha Mahayana pada masa pemerintahan Dinasti Dinasti. Candi ini dibangun pada masa kejayaan dinasti dinasti. Pendiri Candi Borobudur, Raja Samaratungga dari atau dinasti dinasti dinasti. Kemungkinan candi ini dibangun sekitar 824 AD dan selesai sekitar 900 Masehi pada masa pemerintahan Ratu Pramudawardhani putri Samaratungga. Sementara arsitek yang membantu membangun candi ini untuk cerita turun-temurun bernama Gunadharma.

Borobudur kata-kata sendiri berdasarkan bukti tertulis pertama yang ditulis oleh Sir Thomas Stamford Raffles, Gubernur Jenderal Britania Raya di Jawa, yang memberikan nama candi ini. Tidak ada bukti tertulis bahwa orang tua yang memberikan nama ini Candi Borobudur. Hanya satu dokumen tertua yang menunjukkan adanya candi ini Nagarakretagama buku yang ditulis oleh MPU tahun 1365 Prapanca Buku tersebut ditulis bahwa candi ini digunakan sebagai tempat untuk meditasi Buddhis.

Arti dari "biara di pegunungan" nama Borobudur yang berasal dari kata "bara" (candi atau biara) dan "beduhur" (bukit atau tanah tinggi) di sansekerta. Oleh karena itu, sesuai dengan arti nama Borobudur, maka tempat ini sejak dahulu digunakan sebagai tempat ibadah Buddha.

Candi ini selama berabad-abad tidak lagi digunakan. Jadi, karena letusan gunung berapi, menutupi sebagian besar bangunan Borobudur tanah vulkanik. Selain itu, bangunan juga ditutupi dengan berbagai pepohonan dan semak belukar selama berabad-abad. Kemudian bangunan candi ini mulai terlupakan dalam waktu Islam datang ke Indonesia sekitar abad ke-15.

Pada tahun 1814, ketika Inggris menduduki Indonesia, Sir Thomas Stamford Raffles mendengar tentang penemuan benda arkeologi besar di desa Bumisegoro Kabupaten Magelang. Karena minat yang besar dalam sejarah Jawa, dan kemudian segera memerintahkan Raffles HC Cornelius, seorang insinyur Belanda, untuk menyelidiki lokasi penemuan itu berupa bukit yang dipenuhi semak belukar.

Cornelius dibantu oleh sekitar 200 orang jatuh pepohonan dan menyingkirkan semak yang menutupi bangunan raksasa. Karena bangunan sudah rapuh dan bisa runtuh, kemudian melaporkan kepada Kornelius penemuan Raffles berisi beberapa gambar. Sejak penemuannya, adalah Raffles bernama pria yang memulai pemugaran Candi Borobudur dan mendapat perhatian dunia. Pada tahun 1835, seluruh kawasan candi telah digali. Candi ini diadakan kembali di era kolonial Belanda.

Setelah kemerdekaan Indonesia pada tahun 1956 Pemerintah Indonesia meminta bantuan dari UNESCO untuk memeriksa kerusakan Borobudur. Jadi, pada tahun 1963. Dari keputusan Pemerintah Indonesia resmi untuk melaksanakan pemugaran Candi Borobudur oleh UNESCO ini namun dipulihkan hanya benar-benar mulai terjadi pada tanggal 10 Agustus 1973. Proses renovasi baru selesai pada tahun 1984. Sejak tahun 1991, ditunjuk Borobudur sebagai Dunia atau World Heritage Site oleh UNESCO.

Referensi:
http://www.anakciremai.com/2008/05/makalah-sejarah-tentang-candi-borobudur.html
http://duniabaca.com/sejarah-asal-usul-candi-borobudur.html
http://id.shvoong.com/travel/outdoors/2148856-sejarah-candi-borobudur/

Tips menjadi jurnalis yang baik dan benar

Hari ini saya akan mempostingkan cara menjadi jurnalis (reporter) yang profesional. Maksudnya menjadi jurnalis yang baik dan benar. Langsung saja ini liputannya.

1. Bersikap ramah tamah kepada narasumber

Maksudnya ialah bersikap sopan kepada narasumber ketika baik sedang dialog maupun saat jalan - jalan dengan narasumber. Jangan lupa membiasakan untuk menaat nilai dan norma yang ada.

2. Memperlajari kosakata yang baku (yang benar)

Ini perlu diketahui kalau ingin menjadi jurnalis. Ketika Anda sedang berwawancara dengan narasumber, pastikan yang Anda sampaikan kepada narasumber itu mudah dipahami (pastinya).

3. Selalu tersenyum kepada siapapun

Baik di saat syuting maupun wawancara, senyum itu menu wajib bagi sang jurnalis, karena senyum akan membuat merasa pemirsa atau narasumber senang, apalagi saat dialog dengan narasumber, di anjurkan untuk menjaga performa, selalu tersenyum dan ramah tamah. Itu akan menjadikan nilai tambah bagi Anda kelak mejadi narasumber.

4. Performa bagus dan menarik

Jangan anggap remeh performa bagus dan menarik itu tidak penting. Entah karena penampilan yang meliputi pakaian, wajah, senyum atau yang lain kadang bisa membuat pemirsa (viewers) atau narasumber menjadi merasa suka atau senang dengannya. Apalagi jurnalisnya ganteng/tampan atau cantik, pasti tidak akan dilewatkan saat momen itu, hehe :D.

5. Selalu cekatan dan berhati - hati

Nah ini yang harus Anda perhatikan betul - betul, karena banyak jurnalis yang terkadang ceroboh disaat melakukan baik saat mencari narasumber, mencari suasana untuk syuting, maupun saat berbincang dengan narasumber. Kadang tidak menyangka alias secara mendadak terjadi secara tidak langsung maupun langsung ada kejadian yang mengejutkan. Misalnya : reporter yang sedang menyaksikan pertengkaran antarsuku di Papua dan secara tidak langsung, baik kameramen maupun sang jurnalis terkena misalnya lemparan batu dari suku di Papua. Dan itu sangat berdampak penting bagi reporter, kameramen dan seluruh kerabat yang berkawan baik dengannya khususnya orang yang dicintai. Itu maksud untuk hati - hati, sedangkan cekatannya ialah disaat Anda sudah mendengar jawaban dari pertanyaan yang Anda sampaikan kepada narasumber diusahakan sudah paham apa yang narasumber maksud.

Ya hanya ini yang saya sampaikan, semoga bermanfaat bagi kita semua. Dan untuk Anda yang ingin menjadi jurnalis, mungkin ini bisa bermanfaat bagi Anda. Sekian

sumber: http://cesckakaysaxdminlanjut.blogspot.com/2013/04/tips-menjadi-jurnalis-yang-baik-dan.html

Mitos Jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV)


(gedung Seni dan Desain – prodi Desain Komunikasi Visual Univ. Negeri Malang)
Ah..jurusan Desain Komunikasi Visual, jurusan kuliah yang sedang booming2nya sejak tahun 2000-an lalu hingga sekarang. Bahkan banyak sekali ditemui universitas-universitas yang membuka jurusan tersebut sebagai bagian dari program perkuliahannya. Tidak peduli itu Universitas negeri, swasta bahkan sampai lembaga kursus mengedepankan jurusan ini sebagai daya jual mereka. Namun karena keterbatasan dan kekurangan informasi di masyarakat, akhirnya muncul banyak sekali persepsi negatif di masyarakat. Mulai dari tidak disetujui oleh orang tua saat akan memilih jurusan ini, terlambat menyadari bahwa telah salah jurusan hingga dianggap kurang memiliki prospek di masa depan.Benarkah begitu?

1. Kerjanya hanya nggambar melulu….
Mitos ini tidak sepenuhnya salah. Hampir semua mahasiswa DKV pasti menggambar bahkan tes masuk ke jurusan inipun pasti dijumpai sesi tes menggambar. Tapi hal ini sangatlah wajar, namanya aja jurusan Desain Komunikasi Visual bukan komunikasi verbal (^_^). Namun kemampuan menggambar ini tidaklah dipandang sangat penting apalagi untuk mencapai tingkat yang expert karena yang terpenting di dalam dunia Desain Komunikasi Visual adalah kemampuan merancang konsep dari sebuah perancangan. Dan menggambar hanyalah sebagian kecil dari proses kreatif.
Hal inilah yang membuat tidak heran kalau ada klien yang meremehkan kemampuan designer dan mengganggap mereka lebih pintar soal perancangan konsep…(ayo…kalo berani..maju sini..kita beradu konsep siapa yang terbaik.!!!)

2. Gampang
Waktu pertama kali mengikuti seminar umum tentang DKV ini dan mengetahui berbagai program mata kuliah yang ditawarkan, terbersit dari dalam hati kalo jurusan ini adalah jurusan yang mudah sekali. Bagaimana tidak ? nantinya kita akan mempelajari hal-hal yang sudah kita anggap sebagai hobi as such as ilustrasi, fotografi, videografi dan lain sebagainya. Namun ketika kita sudah menjalaninya, percayalah bayangan-bayangan seperti itu musnah seketika.
Menggambar memang sudah hobi, tapi ketika kita disuruh jalan-jalan ke kebon binatang Surabaya dan menggambar berbagai objek disitu sebagai bagian dari penilaian tugas akhir bukan merupakan hal yang menyenangkan (jalan-jalan kok kerja ? he he), bayangkan saja kita diliatin ma anak-anak dan orang tuanya..malu tau….ancur gini….
Animasi? Wah terbayang bakal diajari bagaimana bisa bikin macam film final fantasy, shrek dan seabreg film-film lainnya. Tapi impian itu langsung sirna tatkala dikasih tugas bikin animasi karakter 12 FPS (frame per second) yang berarti untuk satu detik kita harus menggambar 12 gambar karakter yang harus terjaga kualitas gambar dan konsistensinya. Katanya pak Dosen “wong bikin satu gerakan aja butuh waktu satu semester gimana mo bikin film yang durasi 2 jam-an”….wah ampun pak..!!!
Animasi manual dah lewat, selamat datang animasi digital. Begitu tahu kalau yang mengajar masih muda dan lumayan expert, semangat belajar tumbuh lagi. Bayangan menggunakan aneka software yang canggih pun mengkristal lagi. Tetapi….ternyata memahami tuh software lumayan ribet belum lagi mengaplikasikannya. Dan yang lumayan bikin mangkel adalah ternyata tuh software butuh kompi yang canggih banget lah pas waktu itu laptopku masih Pentium II (ha ha ha  dasar mahasiswa miskin…^_^).
Kalau kamu menganggap kuliah di DKV gampang…hmmm itu salah besar teman…

(kompiku kompi jebootthhhh……^_^)

3. Santai
Karena tadi sudah terbentuk opini bahwa jurusan Desain Komunikasi Visual tuh gampang maka sudah barang tentu kuliahnya pun santai nian. Tinggal menyalurkan hobi dan menyelesaikan tugas maka kelar sudah urusan. Tetapi yang tidak diketahui banyak orang adalah dalam satu minggu tentunya mata kuliahnya nggak satu juga tetapi ada 5-6 mata kuliah yang berbeda (tergantung SKSnya) dan dengan beraneka ragam tugas juga yang berbeda pula. Bayangkan saja dalam satu minggu kita mendapatkan tugas menggambar suasana pasar, sekolah dan rumah sakit yang masing-masing lokasi ada 10 gambar, kemudian tugas fotografi dengan tugas DOF sempit, sedang dan luas yang masing-masing berjumlah 5 lembar foto belum yang tugas high exposure dan low exposurenya.
Semua itu selesai masih ada tugas membuat naskah produksi sebuah acara televisi yang mana harus lengkap dengan storyboard, posisi kamera dan tetek bengek lainnya. Setelah itu tugas komputer grafis sudah menunggu dengan tugas tracing wajah yang mengharukan kita “menjahit“ di Ilustrator……santai yah??? Nah kalao ada anak DKV yang bilang kalau kuliah di DKV itu santai berarti sudah dipastikan kalo tuh anak terjangkit sindrom ML alias MaLes…..atau kalo stress dengan tugas-tugas yang ada.

(tugas numpuk bikin menggila….)

4. Masa Depan Suram
Dengan 3 mitos diatas sudah dapat dipastikan bahwa calon mertua kalian pasti akan menolak lamaran kalian mentah-mentah ha ha ha……bahwa nanti pada waktu sudah lulus, anak-anak DKV pasti Cuma dianggap sebagai tukang gambar, tukang layout dan tukang edit video, dan yang paling parah adalah tukang sablon (maaf ya…..).
Tapi maaf ya Pak dan Bu…dewasa ini untuk bertahan hidup dibutuhkan yang namanya kreatifitas. Hanya dengan mengandalkan kepintaran dan ijasah yang bagus tidak menjamin kita bisa menjadi yang kita inginkan. Mau bukti? Liat saja di pusat statistik nasional atau badan survey, berapa persen lulusan sarjana yang cuma jadi pengangguran selepas kuliah! Banyak banget tau…..nah salah satu agar kita tidak tergilas kerasnya hidup adalah menjadi orang kreatif. Kreatif dalam membuat usaha sendiri, kreatif dalam berkarya sehingga tidak tergantung pada orang lain.
Dan kreatifitas itu bisa didapatkan dalam Desain Komunikasi Visual….
Kita bisa bikin website buat e-commerce, bikin majalah, desain kaos, merchandise, bikin usaha percetakan, bikin event organizer, atau buka paling apes bikin usaha sablon (usaha yang diremehkan orang padahal omset perbulannya sangat menggiurkan terutama musim kampanye…he he he). Yang penting kita mandiri.
DO IT YOURSELF……

sumber: http://ranggawahyudiarta.wordpress.com/2009/12/04/mitos-jurusan-desain-komunikasi-visual-dkv/

Mengkritik Pendidikan DKV di Indonesia

Awal Pendidikan DKV
Diawali dengan Jurusan Reklame, Dekorasi dan Ilustrasi Grafik (REDIG) pada 15 Januari 1950 dengan berdirinya Akademi Seni Rupa Indonesia (ASRI) Yogyakarta. Pada tahun 1969 bersamaan dengan berubahnya ASRI menjadi Sekolah Tinggi Seni Rupa Indonesia (STSRI) “ASRI” Jurusan REDIG dipecah menjadi Jurusan Seni Reklame, Jurusan Seni Dekorasi dan Jurusan Seni Grafis. Pada tahun 1972 STSRI “ASRI” menyelenggarakan ujian S-1 yang pertama kali untuk para BA Seni Reklame. Nama Jurusan Seni Reklame dipakai sampai tahun 1982. Pada tahun 1983 Jurusan Seni Reklame berubah menjadi Jurusan Disain Komunikasi. Pada tahun 1984 bersamaan dengan perubahan STSRI “ASRI” menjadi Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta melalui fusi dengan Akademi Musik Indonesia (AMI) dan Akademi Seni Tari Indonesia (ASTI), Jurusan Disain Komunikasi berubah menjadi Program Studi Disain Komunikasi Visual hingga saat ini.

Tahun 1967 dirintis Studio Grafis Jurusan Seni Rupa di FTSP ITB. Pada tahun 1973 dipecah menjadi Studio Seni Grafis dan Desain Grafis. Tahun 1984 Studio Desain Grafis berdiri sendiri. Pada tahun 1994 Studio Desain Grafis berubah menjadi Studio DKV di bawah Jurusan dan pada tahun 1997 menjadi Program Studi DKV di bawah Departemen Desain. Tahun 2006 menjadi Program Studi DKV setingkat Jurusan di bawah fakultas.
Pendidikan Tinggi DKV berdiri di IKJ pada tahun 1977, DKV Universitas TRISAKTI tahun 1979, DKV UNS tahun 1981, DKV Universitas UDAYANA (UNUD) tahun 1981 (FSRD UNUD akhirnya menjadi ISI Denpasar setelah fusi dengan STSI Denpasar).

Era 1990-2000an
1990 ditandai dengan berdiri DKV di STISI Bandung dan kemudian diikuti oleh UPH pada tahun 1994. Hingga sekarang sekitar 70an pendidikan tinggi DKV telah dan segera berdiri di Medan, Palembang, Jakarta, Bandung, Cirebon, Semarang, Yogyakarta, Salatiga, Solo, Malang, Surabaya, Bali, Makassar dan menyusul di beberapa kota lainnya. Saat ini beberapa universitas negeri eks IKIP bahkan eks IAIN telah dan berencana membuka jurusan/program studi DKV terutama yang mempunyai jurusan seni rupa.
Pertumbuhan pendidikan DKV tersebut tidak lepas dari perkembangan teknologi dan media informasi maupun gaya hidup. Hampir semua sektor seperti konsumsi, hiburan, media, infrastuktur, properti, keuangan, pendidikan dan sebagainya membutuhkan sentuhan desainer komunikasi visual. Fenomena ini yang membuka peluang tumbuhnya profesi-profesi baru terkait dengan DKV yang pada akhirnya meningkatkan permintaan akan jasa pendidikan DKV.
Jika dulu seseorang mempunyai cita-cita keren dengan menjadi dokter, insinyur, dan pilot namun sekarang di era ekonomi kreatif profesi-profesi di bidang kreatif mulai menjadi pilihan utama. Menjadi musisi, penulis, DJ, film maker, animator dan desainer komunikasi visual menjadi salah satu pilihan profesi favorit saat ini di samping banyak profesi di bidang kreatif lainnya.

Jenjang Pendidikan Tinggi DKV
Masalah lain yaitu rancunya jenjang pendidikan DKV, mengakunya S-1 tetapi tidak punya kemampuan akademik hanya jago mengoperasikan komputer. Orang bilang “thinking”nya nggak ada! Nggak konseptual! Padahal dalam sistem pendidikan nasional sudah jelas ada pendidikan professional stream dan academic stream (meminjam istilah pak A.D. Pirous) atau istilah mudahnya pendidikan berbasis industri dan pendidikan berbasis wacana.
Penyelenggara pendidikan tinggi DKV dalam memasarkan produknya menjanjikan lulusan sarjana S-1 yang siap pakai di industri. Akibatnya kurikulum akhirnya dikemas bak politeknik yang lebih mementingkan skill bukan kemampuan akademik semata. Dampak lainnya di antaranya tingkat riset yang bermutu di jurusan DKV sangat rendah dikarenakan dosen-dosennya juga banyak yang berasal dari produk kurikulum salah kaprah tersebut sehingga kemampuan risetnya sangat rendah.
Padahal dalam sistem pendidikan nasional jelas-jelas sudah ada wadahnya bagi PT DKV yang ingin menciptakan lulusannya seorang sarjana profesional yaitu melalui program D-4 dengan gelar Sarjana Sains Terapan (SST). Alangkah bijaknya jika PT DKV membuka dua jalur program yaitu S-1 untuk yang beminat di bidang akademik dan program D-4 untuk yang ingin menjadi profesional di bidang DKV. Bagi lulusan S-1 silahkan melanjutkan ke S-2 dan S-3, sementara bagi lulusan D-4 dapat mengambil sertifikasi-sertifikasi profesional baik nasional maupun internasional.
Bagi para penyusun kurikulum juga akan lebih mudah dalam membuat kurikulum pendidikannya sehinga tujuannya dapat dicapai. Tidak seperti yang banyak terjadi mahasiwa ditekan agar menjadi sarjana profesional sekaligus konseptual dalam waktu 8 semester yang cukup pendek.
Diperlukan suatu keberanian dari penyelengara pendidikan tinggi DKV untuk secara jujur menyatakan jenjang pendidikannya D-4 atau S-1. Bukan menjadi banci atau hanya sebagai kemasan dalam strategi pemasaran yang menjurus pada penciptaan kebohongan publik.

Mahasiswa DKV
“Pokoknya kerenlah!” kuliah di DKV ujar seorang anak muda yang menganggap pilihan kuliahnya merupakan bagian dari gaya hidup kontemporer. Namun besarnya animo kuliah DKV seringkali tidak dibarengi dengan effort dalam berkarya. Hal ini dapat dirasakan makin sulitnya mengajar mahasiswa DKV jika dibandingkan 10 tahun yang lalu.
Mahasiswa DKV generasi sekarang sering mengabaikan proses dalam berkarya, inginnya serba instan. Inginnya langsung menjadi desainer yang sakti mandraguna, kaya dan terkenal tanpa mau bersusah payah. Di lorong-lorong kampus sering ditemui mahasiswa menenteng-nenteng notebook canggih MacBook Pro terbaru namun bukan untuk menyelesaikan tugas hanya cukup puas untuk mengelola “facebook”. Keadaan ini dimungkinkan terjadi karena makin sejahteranya para mahasiswa DKV. Biaya kuliah dan overhead yang harus ditanggung untuk menyelesaikan kuliah DKV cukup tinggi sehingga otomatis yang mampu berkuliah juga mempunyai tingkat ekonomi cukup baik. Sehingga seringkali daya beli lebih menjadi pertimbangan penting bagi pemilik pendidikan tinggi dalam menerima mahasiswa bukan karena kemampuannya. Kalaupun pendidikan tinggi menyediakan beasiswa bagi mahasiswa tidak mampu yang berprestasi jumlahnya pun tidak signifikan. Memang tidak semua mahasiswa berperilaku buruk namun dirasakan semakin hari semakin meningkat jumlahnya. Selamat bekerja keras para dosen! Dibutuhkan effort yang luar biasa bagi dosen dalam menjalankan tugasnya, juga bagi mahasiswa agar dapat menyelesaikan kuliah DKV. Bagaimana tidak? Bagi mahasiswa tidur menjadi barang yang mewah karena harus begadang untuk menyelesaikan tugas-tugas yang tak kunjung henti.
Semakin berkembangnya pendidikan tinggi DKV secara kuantitas juga membuat persaingan antar mahasiswa maupun lulusan DKV semakin keras. Tiap tahun ribuan mahasiswa DKV mencari tempat untuk kerja praktek dan harus bersaing dengan sengitnya mengingat keterbatasan tempat yang tersedia di industri terkait. Demikian juga lulusan DKV harus berjuang lebih keras untuk mendapatkan kesempatan kerja. Waktu tunggu dalam mendapatkan pekerjaan juga semakin panjang.
Di sisi lain mahasiswa sering kali tidak mendapatkan pelayanan yang baik dalam fasilitas pembelajaran di kampus yang tidak sesuai dengan yang dijanjikan dalam promosinya, kurikulum yang seringkali lebih bagus tertulis daripada implementasinya, dosen-dosen dengan kompetensi yang rendah karena kurang “gaul”. Dalam menghadapi kenyataan seperti itu seringkali mahasiswa hilang daya kritisnya hanya menerima saja tanpa menuntut hak yang sewajarnya harus diterimanya. Bermacam sanksi akan diterima mahasiswa jika tidak menuntaskan kewajibannya terhadap kampus mulai dari pembatasan SKS yang diambil, tidak boleh ikut kuliah dan sebagainya, sementara hak-hak mahasiswa seringkali diabaikan oleh penyelenggara pendidikan. Penyelenggara pendidikan selalu menyatakan diri sebagai lembaga nirlaba, jadi seolah-olah hubungannya dengan mahasiswa bukanlah hubungan antara penjual jasa dan konsumen. Dengan demikian posisi penyelenggara pendidikan ditempatkan secara lebih kuat dibandingkan dengan posisi mahasiswa. Apakah betul penyelenggara pendidikan di jaman sekarang masih murni berpikir seperti Ki Hajar Dewantara dengan Taman Siswa nya? Sebagian kecil iya, sebagian besar tidak. Bagaimana tidak? Mengambil formulir pendaftaran yang seharusnya gratis harus ditebus dengan uang ratusan ribu rupiah! Dengan dalih untuk menyeleksi minat calon mahasiswa agar tidak sembarang orang mendaftar, jika hanya sekedar mengganti ongkos cetak tentunya tidak semahal itu. Bukankah katanya pendidikan untuk semua orang?
Pendidikan merupakan industri yang luar biasa besar karena tidak mengenal krisis ekonomi dan pendidikan merupakan kebutuhan primer setelah makan. Jadi hubungan penyelenggara pendidikan dengan mahasiswa merupakan hubungan antara penjual jasa dan konsumennya. Jadi ketika penjual jasa pendidikan lalai memenuhi kewajibannya tuntutlah mereka di pengadilan. UU Perlindungan Konsumen memberikan jaminan.

Penyelenggara Pendidikan DKV
Bagi para penyelenggara pendidikan tinggi baik negeri maupun swasta, tingginya demand terhadap DKV merupakan potensi untuk mendapatkan keuntungan. Tentunya penyelenggara pendidikan membuka pendidikan DKV dengan perhitungan yang matang. Bohong besar jika membuka jurusan DKV tidak ada motivasi untuk mendapatkan keuntungan, bagaimana mungkin membiayai infrastruktur dan operasional yang cukup besar. Namun dengan makin banyaknya Perguruan Tinggi (PT) DKV akan semakin tinggi pula kompetisi dalam menjaring mahasiswa. Mekanisme pasarlah yang akan menyeleksi sehingga perguruan tinggi terbaiklah yang akan bertahan. Beberapa PT DKV terbaik setiap tahun menerima lamaran dari ribuan calon mahasiswa. Dari formulir yang dijual Rp 200 ribu – Rp 800 ribu saja PT tersebut dapat meraup ratusan juta hingga milyaran rupiah. Belum lagi dari uang pangkal, uang gedung, uang SKS, uang daftar ulang maupun sumbangan ini itu. Tidak heran semakin lama yang dapat menikmati pendidikan tinggi DKV hanya kaum berpunya. Hanya sebagian kecil mahasiswa berprestasi yang tidak mampu, mendapatkan fasilitas beasiswa. Namun mereka juga dijadikan obyek iklan pencitraan tanggung jawab sosial oleh para penyelenggara pendidikan sebagai selubung naluri kapitalisnya.
Ketika demand pendidikan DKV pada suatu PT DKV sangat tinggi, maka kelas paralel yang dibukapun semakin banyak, karena keuntungan yang diperoleh akan menjadi berlipat ganda. Seringkali PT DKV memaksakan diri dengan menerima mahasiswa sebanyak-banyaknya meskipun infrastruktur pendidikan maupun rasio dosen-mahasiswa tidak menunjang. Dengan menerima mahasiswa yang sebanyak-banyaknya berarti melonggarkan parameter kriteria mahasiswa yang diterima. Laris manis!
Kegiatan marketing dilakukan dengan sangat agresif dan seringkali menafikan substansi dari pendidikan itu sendiri. Pendidikan menjadi komoditas ekonomi, sehingga “marketing menjadi panglima” dan para operator (struktural di jurusan/program studi/dosen) menjadi subyek penderita. Aneh subyek kok penderita? Demikian lihainya penyelenggara pendidikan mengemas kegiatannya sebagai bentuk kegiatan nirlaba namun perilakunya bak kapitalis sejati. Ironis.
UU BHP yang baru saja disahkan menuntut semua satuan pendidikan baik negeri maupun swasta menjadi Badan Hukum Pendidikan paling lambat dalam 6 tahun ke depan. Di dalam salah satu pasal UU BHP tercantum bahwa Badan Hukum Pendidikan diperkenankan mempunyai investasi dalam bentuk portofolio dan diperkenankan mendirikan badan usaha berbadan hukum. Secara tersurat dalam UU ini jelas membuka peluang bagi BHP untuk berperilaku sebagai kapitalis meskipun tujuan yang diharapkan sangat mulia yaitu untuk membiayai pendidikan. Semoga saja tidak menjadi kedok semata karena bukan tidak mungkin dengan metode “money laundring” yang canggih dapat disalahgunakan untuk kepentingan pihak-pihak tertentu. Bukan tidak mungkin UU BHP ini akan memunculkan konglomerasi pendidikan. Tidak heran UU BHP ini menuai pro dan kontra yang berkepanjangan. Mencoba berpikir positif semoga UU BHP benar-benar mampu mewujudkan kemaslahatan bagi masyarakat banyak.

Dosen DKV
Bagaimana nasib para dosen DKV sebagai ujung tombak dari pendidikan? Apakah menjadi lebih sejahtera, lebih makmur dengan booming pendidikan DKV? Memang kebahagiaan tidak dapat hanya diukur dari kesejahteraan dan kemakmuran. Bahagia itu soal hati yang personal sifatnya, maka orang sejahtera dan orang yang makmur belum tentu orang yang berbahagia. Sebagian dari dosen menyatakan bahwa pilihan profesinya diambil karena senang mengajar bukan semata-mata mencari uang. Mungkin juga ada yang berpikir di dalam hati menjadi dosen karena profesi yang aman meskipun penghasilannya tidak banyak namun tidak terkena imbas krisis secara langsung. Daripada menanggung resiko bekerja di industri DKV yang masih labil dengan pengalaman menyakitkan ditindas klien, persaingan yang semakin keras karena harus bersaing dengan mahasiswa freelance dan sebagainya. Menjadi dosen dan alasannya merupakan suatu pilihan bebas dan personal.
Pada kenyataannya penghargaan material kepada dosen masih memprihatinkan. Masih banyak dosen DKV yang dibayar terlalu murah hanya belasan ribu per SKS plus tunjangan transpor yang sekedarnya, sehingga tidak mampu membeli buku dari gajinya sebagai dosen! Lebih celaka lagi kalau mengajar menjadi satu-satunya profesi. Mungkin dengan adanya UU Guru dan Dosen yang dampaknya semoga sudah dirasakan oleh para dosen PTN dengan menjadi lebih sejahtera. Untuk dosen PTS semoga bisa bersabar menantikan kehadiran kesejahteraan yang biasanya disertai berbagai persyaratan culas yang membuat perut mulas.
Mungkin diperlukan suatu asosiasi dosen DKV untuk memberdayakan profesi dosen sehingga mempunyai posisi tawar yang baik terhadap penyelenggara pendidikan, pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya. Jika para buruh saja mampu berasosiasi, mengapa para dosen DKV tidak? Asosiasi akan berguna sebagai medium aspirasi para dosen DKV baik internal sebagai wadah capacity building maupun eksternal sebagai payung sekaligus senjata dalam memperjuangkan kepentingan dosen DKV secara politis. Ayo para dosen DKV bersatu dalam asosiasi!

Industri DKV
Masalah lainnya yaitu belum berdayanya industri DKV dengan masih merajalelanya free pitching, pitching fiktif, pitching massal dan sebagainya. Hal tersebut salah satunya disebabkan belum kuatnya asosiasi profesi terkait dengan DKV dalam memperjuangkan kepentingannya. Asosiasi masih enggan untuk melakukan aktivitas politis untuk memperkuat kedudukannya dengan melakukan lobi lintas asosiasi, pemerintah maupun parlemen. Tanpa melakukan itu mustahil asosiasi dapat mencapai tujuannya dan hanya menjadi wahana gathering bagi pengurus dan anggotanya. Kita dapat melihat betapa kuatnya kedudukan asosiasi-asosiasi profesi lainnya di hadapan pemerintah.
ADGI (Asosiasi Desainer Grafis Indonesia) sebagai salah satu asosiasi rujukan dalam profesi terkait DKV sampai saat ini masih belum selesai berkonsolidasi secara internal. Jangankan untuk beraktivitas secara politis. ADGI masih harus menyelesaikan PR dengan membuat standar perilaku usaha dan etika profesi yang harus disepakati semua pemangku kepentingan. Mungkin juga membuat standar pricing maupun standar salary berdasarkan survei sebagai acuan. Menyelesaikan masalah sertifikasi profesi desainer grafis yang masih dalam proses penggodogan dengan departemen terkait. Sertifikasi ini menjadi penting sehubungan dengan sifat terbukanya profesi desainer grafis. Seorang desainer grafis dapat dilatarbelakangi pendidikan desain namun banyak juga dengan latar belakang pendidikan berbeda bahkan otodidak. Kondisi ini juga perlu mendapat perhatian dari dunia pendidikan tinggi DKV. Pendidikan Tinggi DKV dapat berperan dalam memberikan sumbangan pemikiran kepada industri terkait jangan hanya semata-mata mengelontor industri dengan produk lulusan secara kuantitas tapi mengabaikan kualitas. Masih panjang perjalanan ADGI sebagai salah satu asosiasi profesi dalam memperjuangkan pemberdayaan profesi desainer komunikasi visual.
 
Penutup
Meskipun ditinjau dari sejarahnya pendidikan DKV telah dirintis sejak 59 tahun yang lalu namun masih banyak membutuhkan penyempurnaan-penyempurnaan yang harus terus dilakukan agar dapat beradaptasi dengan kemajuan jaman. Perkembangan teknologi dan media informasi telah membawa harapan bagi DKV baik sebagai disiplin keilmuan maupun disiplin praktis untuk dapat berkontribusi secara lebih luas pada peradaban manusia.
Potensi sumber daya manusia kreatif Indonesia juga membawa harapan bagi tumbuhnya kreator-kreator di bidang kreatif yang berdaya saing tinggi di era globalisasi. Selain sumber daya manusia kreatif yang melimpah, budaya dan warisan budaya Indonesia dapat menjadi sumber inspirasi yang tiada habisnya dalam berkarya. Kemajuan DKV menjadi tanggung jawab semua pemangku kepentingan yang terlibat. Sinergi semua pemangku kepentingan akan membawa DKV lebih bermartabat.

sumber: http://dgi-indonesia.com/mengkritik-pendidikan-dkv-di-indonesia/

Make your own doodle art

Heyhooo!
Banyak yang bilang bikin doodle itu gampang, ada juga yang bilang doodle itu susah banget. Menurut saya sih doodle itu tergantung kalian bikinnya mau dengan konsep gampang atau konsep susah, semakin susah dan rumit doodle art itu berarti semakin tinggi pula penilaian orang terhadap karya itu. Membuat doodle itu gak ada patokan, gak ada aturan. Tapi saya punya cara sendiri dalam membuat doodle. Dari mulanya saya kenal doodle dan mulai gambar doodle dengan melihat gambar google, hingga saya sekarang menciptakan karakter sendiri. Yah begitulah cara saya berkembang, saya sebut "Budaya Otodidak", Belajar dari Meniru, Meniru untuk Berkembang, Berkembang dengan Berlatih. Yap, kalo kata Yessi Sjahbandi "menggambar doodle itu gak harus berupa monster", kalo kata saya, "benda disekitar kalian bisa di-doodle-in kok". Nih buktinya....
Meliat bangunan ini, beberapa orang akan mengimajinasikannya seperti ini
Gambarnya simple aja ya, males mau dibagus-bagusin lagi hehe :))
Atau jam dinding seperti ini


Di imajinasikan seperti ini. Lagi-lagi saya bikin simple aja ya, tengah malam males ngerutin alis buat yang bagus-bagus banget. Kan cuma sebagai contoh hehe :))



 
Dan masih banyak lagi contohnya. Tapi bener juga sih kata Yessi kalo doodle gak harus monster, karena doodle adalah coretan maka bisa jadi seperti ini juga
Jadi semua intinya adalah, Doodle itu melatih imajinasi untuk membuat karakter. Let the imagine fill up your mind!
Lanjut..... 
Ada pertanyaan beberapa temen, "doodle itu harus numpuk crowdied gitu ya?" Sebenarnya gak harus sih, tapi menurut saya doodle itu kalo mau keliatan bagus ya harus padet kayak hotpants #plaaakk!
Walaupun gak sepadet karya Kerby Rosanes, tapi doodle saya ini pernah dikomen dari akun official @FullOfDoodleArt katanya yang kayak tadi, udah padet kayak hotpants XD
Biar lebih jelasnya baca ini aja deh. Doodle yang bagus menurut Wahyu :))
1. Upayakan padat, jangan ada celah. Kalaupun ada celah, buat se-seimbang mungkin jadi celahnya itu gak keliatan ganjil.
2. Jangan  menggambar dari beberapa tempat, sebaiknya seperti ini.
Dengan alasan yang sama, tengah malam jadi males dibagus-bagusin. Ah...sudahlah.
3. Gunakan drawing pen yang bervariasi, sehingga outline dan inline yang tercipta akan berbeda dan akan terlihat bagus juga.

                                   (Source : Google)



4. Sebagai pemula, mulailah menggambar dengan referensi yang ada, mulai gambar satu persatu karakter, kemudian jika sudah terlatih, mulailah menggabungkannya menjadi karya yang baik.
5. Perhatikan benda disekitar kalian, kemudian buat karakter baru dari objek itu, dengan begitu imajinasi kalian akan terlatih dan lebih mudah menciptakan karya.
6. Seringlah bercermin, liat ekpresi kalian jika sedang marah, sedih, ketawa, senang, terharu dll. Cukup perhatikan gesture di mata dan mulut. Karena dengan cara seperti itu, kalian akan menentukan karakter kalian seperti apa, atau lebih simpelnya buat orang lain dengan jeli melihat objek kalian dan berkata, "Eh yang ini lagi ketawa, eh yang ini mukanya sedih gitu, loh lagi makan ya ini monster, matanya berbinar terharu begitu ih"  
7. Sesuai kata Yessi, ciptakan ciri khas kalian sendiri. Jadi ketika orang lain meliat suaru karya, maka orang tersebut langsung bisa menebak kalo itu emang karya kamu.Contohnya aja karya doodler dari Filipina, dia punya karakter sendiri untuk karyanya. Jadi kalo ada yang udah kenal Kerby dan karyanya, kalo lagi googling dan nemu gambar yang begini pasti udah gak ragu kalo yang bikin ini Kerby Rosanes. Perhatikan baik-baik!








Mau ada watermark namanya apa gak, doodler lain juga udah pasti kenal siapa creator dibalik doodle yang menurut saya rumit minta dicipokin!

Dan karena saya orangnya murah hati, jadi saya menghidangkan sesuap gambar bentuk, mata, dan mulut yang saya pelajari dari temen saya Yessi, tapi tetap make teori saya lah "Budaya Otodidak". Tinggal imajinasi kalian aja yang nuker ini sama itu dan itu sama ini biar anu kita bertemu. WTF!!??

Jadi, buat kalian yang lagi niat mau belajar buat doodle, semoga tulisan saya kali ini bisa membantu ya, maafin kalo gambarnya ada yang jelek, kita sama-sama belajar kok :) Jangan lupa di-share ke temen kalian ya. Keep being creative, folks! 
 
sumber: http://wahyumardhani.blogspot.com/2014/02/make-your-own-doodle-art.html

Perbedaan anime dan kartun

Sebenarnya, saya sering jengkel kalau misalnya ada orang yang bilang anime sebagai film kartun, apalagi sampe dibilang kayak anak kecil karena sering nonton anime (Maaf kalau yang lagi baca juga berpikirnya seperti itu ^^v). Aneh memang kalau jengkel hanya karena hal yang kayak begitu.
Nah berikut akan saya bahas mengenai perbedaan antara Anime dan Kartun.
 
Perbedaan antara Anime dan Kartun:


·         Anime merupakan buatan Jepang. Sedangkan Kartun merupakan buatan barat atau Amerika, Eropa, dst.
·         Dalam hal genre, Anime dan Kartun sangat berbeda tentang ini. DiAnime sendiri, genrenya terbentang mulai untuk anak kecil, kayak Doraemon, sampai yang bisa dikategorikan dewasa seperti hentai kayak diAnime High School DxD atau adegan yang penuh dengan kekerasan, seperti Elfen Lied. Sedangkan Kartun kebanyakkan diperuntukkan bagi anak kecil. Misalnya Iron man, tokoh utamanya anak kecilkan? Walau versi filmnya diperuntukkan untuk dewasa.
·         Dalam hal Alur cerita, anime memiliki alur cerita yang kompleks dan cukup rumit atau agak susah untuk dipahami. Sedangkan Kartun lebih sederhana, tokoh utamanya tidak berpikir rumit. Misalnya Ben 10. Begitu ada musuh ia langsung berubah sesuai dengan kebutuhannya. Ide ceritanya sederhana, yaitu mengusir alien.
·         Anime banyak juga yang berbasis saintis, seperti dalam  anime La Storia della Arcana Famiglia. Sama halnya dengan kartun yang biasanya juga berbasis saintis, kayak Spiderman, X-Man, dll. Ada penjelasan ilmiah untuk semua itu, walaupun tidak semuanya seperti itu.
·         Anime dan Kartun lebih mendidik dari Sinetron Indonesia. DiKartun jarang ditemui kisah perselingkuhan, percintaan remaja yang lebay, ataupun perkelahian memperebutkan perempuan dengan keroyokkan, ataupun kebencian karena cemburu, atau manusia yang berkelahi dengan naik naga, ceritanya yang dipanjang-panjangkan kalau tokoh utamanya sudah tidak ada. Sedangkan diAnime banyak diajarkan tentang kisah-kisah persahabatan, kekeluargaan, dan kita menemukan banyak kata-kata bijak sebagai motivasi.


>>Sumber: http://m.kompasiana.com/post/read/597566/3/beda-loh-cartoon-dan-anime


·         Anime adalah animasi yang berkembang di Jepang dengan gaya gambar yang realist tapi 2D dan berbeda dari manusia umumnya. Model utama anime biasanya adalah manusia, dan jalur ceritanya tidak seperti kehidupan sehari-hari yang biasa saja. Kebanyakan anime (tidak semuanya) dibuat di Jepang dan alur ceritanya biasanya lebih serius dengan durasi satu cerita, biasanya hanya satu musim (12-13 eps).
·         Kartun adalah animasi yang berkembang di Amerika yang bergaya gambar khayal dan utamanya menggunakan karakter binatang yang dibuat menyerupai manusia. Misalnya kayak Sweeper dan Boots di Dora the Explorer, Scooby-Doo, Tom & Jerry, dll. Tujuan utama dibuatnya kartun biasanya untuk menghibur dan ditunjukan untuk anak-anak, karena jalan ceritanya yang santai dan menghibur, dan biasanya menceritakan tentang kejadian sehari-hari karakter.


·         Intinya, anime itu BUKAN kartun. Kartun itu kebanyakan buat anak-anak dan bisa juga ditonton buat orang dewasa. Tapi kalau anime itu sendiri belum tentu semuanya bisa dinonton oleh anak-anak. Yah kembali lagi ke genre. Karena diAnime, ada genre yang memang tidak diperuntukan bagi anak-anak, kayak genre hentai dan ecchi.


Nah, sekarang tahu kan bedanya. Jadi mudah-mudahan nanti tidak salah-salah lagi buat bedain antara anime dan kartun.


>>Sumber: http://m.facebook.com/HinodeJapanComunity/posts/40/2490646467284
Contoh kata-kata bijak yang terdapat dalam anime:


*      “Suka adalah saat kamu ingin memiliki seseorang. Sayang adalah saat kamu ingin membahagiakan orang itu.”  (Rukia Kuchiki – Bleach)


*      “Berputus asa, mengeluh, berdiam diri apa gunanya? Kalau berdiam diri, mayat juga bisa.” (Ciel Phantomhive - Black Butler)


*      “Aku lebih baik mati dalam mencapai impian daripada hidup sebagai pecundang yang gagal mewujudkan impian.” (Sanji - One Piece)


*      “Teman adalah orang yang menyelamatkanku dari neraka yang bernama kesepian.” (Uzumaki Naruto - Naruto)


*      “Disaat kau sedang menghadapi banyak masalah, berhentilah sejenak melakukan apapun. Didalam ketenangan, berdoalah.” (Natsu – Fairy Tail)






Perbedaan antara Otaku dan Anime Lover:


·         Otaku adalah istilah bahasa Jepang yang digunakan untuk menyebut orang yang betul-betul menekuni hobi (terobsesi dengan hobinya) atau orang yang mendedikasikan dirinya pada sebuah hobi secara berlebihan hingga mengorbankan banyak aspek kehidupan nyatanya. Intinya untuk saat ini, istilah otaku identik dengan penggemar anime/manga dan cenderung mengikuti hal-hal yang berkaitan dengan hal tersebut setiap musimnya. Ciri-ciri yang mencolok dari seorang otaku adalah (maaf ^_^) mengoleksi figure dari tokoh-tokoh anime/manga favoritnya, mengikuti cosplay, dan memiliki koleksi merchandise anime/manga yang relative banyak. Jika kamu sudah menjadi seorang otaku, berarti kamu berada di level yang tinggi. Mengapa? Karena otaku bukanlah cuma yang sekedar suka anime, manga, atau game saja, tetapi otaku sudah pasti benar-benar paham dan tahu banget hal-hal yang berhubungan dengan hobinya. Pengetahuan otaku juga luas banget dan tidak bisa diremehkan. Diatas otaku, masih ada Nijikon dan Hikkikomori.
 
·         Nijikon ini otaku yang sudah tidak suka lagi sama manusia. Mereka lebih memilih karakter anime, manga, atau game, dan tentu ada rasa seksual juga.


·         Sedangkan Anime lover, memang menyenangi atau menyukai anime hanya sebatas hobi, yakni sebagai hiburan dan tidak obsesif. Maksudnya mereka masih bisa menahan diri, mereka masih bisa memanage waktu antara menonton anime dan melakukan kegiatan lain, masih bisa menghandle uangnya tidak hanya untuk anime. Mereka masih bisa memprioritaskan hidupnya terhadap suatu hal disamping menonton anime, dalam artian tidak melupakan urusan lain. Dan yang lebih penting mereka tidak hikkikomori (seseorang yang terisolasi dari dunia luar).


>>Sumber: Berbagai sumber

20 Tips foto singkat

3972786964_36956b5a00.jpg
Berikut 20 tips singkat fotografi untuk anda menambah informasi dan kemampuan fotografi anda, saya yakin beberapa sudah pernah dilakukan tetapi semoga beberapa lainnya merupakan informasi baru. Klik tanda ¶ (jika ada) disebelah kanan masing-masing tip untuk melihat informasi yang lebih detail. Silahkan:

  1. Untuk melatih kemampuan panning anda, potretlah benda yang sedang bergerak dengan kecepatan normal (orang naik motor misalnya), gunakan mode shutter priority dan set shutter speed maksimal 1/30 detik, lebih lambat lebih baik. Perhatikan background anda! - ¶ -
  2. Untuk memotret makro (jarak super dekat), aktifkan fitur Live View kamera digital anda agar lebih mudah memeriksa depht of field dan fokus.
  3. Filter CPL (polarisasi) sangat berguna untuk menghilangkan pantulan sinar matahari di air dan kaca, dan juga berfungsi memperbaiki warna langit. Pernahkah anda mengenakan kacamata hitam dengan polariser? - ¶ -
  4. Saat memotret bayi/anak-anak, pastikan anda memusatkan perhatian ke mata. Tak ada yang bisa mengalahkan keindahan mata anak-anak.  - ¶ -
  5. Megapiksel bukanlah fitur terpenting dari sebuah kamera, ukuran sensorlah fitur yang paling penting
  6. Untuk foto portait (wajah) di luar ruangan, usahakan ketika cuaca sedang mendung. Kalaupun tidak, carilah daerah yang redup dan tidak terkena sinar matahari secara langsung. Sinar matahari membuat bayangan yang keras di wajah. - ¶ -
  7. Ketika anda memotret di kondisi minim cahaya dan kesusahan menggunakan autofokus, gantilah dengan manual fokus. Fitur autofokus dikamera biasanya cukup lama mencari titik fokus di kondisi remang-remang. - ¶ -
  8. Untuk foto siluet, pastikan anda matikan flash serta gunakan mode sunset (untuk kamera pocket), untuk SLR gunakan mode manual dan ukurlah eksposur di area terang di belakang obyek. - ¶ -
  9. Download-lah buku manual versi pdf untuk kamera anda, sehingga anda mudah melakukan pencarian secara cepat untuk kata yang ingin anda ketahui dibanding harus membolak-balik halaman kertas. - ¶-
  10. Sebelum berangkat memotret, periksa kembali setting kamera anda, jangan sampai anda mneggunakan setting yang salah (memotret landscape dengan ISO 1000 misalnya). Menurut para fotografer pro, urutan pengecekan yang baik adalah berikut: cek White Balance – aktifkan fitur Highlight warning – cek settingan ISO – cek ukuran Resolusi foto anda. - ¶ -
  11. Formatlah memory card hanya di kamera, jangan pernah memformat memory card dikomputer. Selain jauh lebih cepat dan mudah juga jauh lebih aman jika anda melakukannya di kamera.
  12. Jika anda memiliki kapasitas hard disk berlebih di komputer serta suka melakukan foto editing, gunakan format RAW saat memotret, jika tidak cukup gunakan JPG. - ¶ -
  13. Jika anda benar-benar menyukai fotografi landscape, fotolah di jam-jam berikut: dari jam 5 sampai jam 8 pagi, serta dari jam 4 sampai jam 7 sore.
  14. Ketika memotret, lihatlah area paling terang yang masuk ke viewfinder anda. Kalau terangnya terlalu mencolok dibanding area lain, gantilah sudut pemotretan.
  15. Untuk memotret HDR, gunakan mode auto bracket. Satu lagi: untuk foto HDR landscape yang dahsyat, tunggulah sampai muncul mendung sedikit, lalu mulailah memotret. - ¶ -
  16. Jika anda membeli lensa atau kamera bekas, pastikan anda melakukan transaksi dengan bertemu penjualnya secara langsung. Anda harus menguji barangnya, memegang dan mencobanya – ¶ –
  17. Sepanjang memungkinkan, gunakan settingan ISO serendah mungkin. Meskipun noise reduction bisa mengurangi noise yang dihasilkan oleh ISO yang tinggi, namun akan mengurangi detail foto secara keseluruhan. - ¶ -
  18. Kalau warna membuat foto anda terlalu “sibuk” dan ramai, ubahlah foto anda menjadi foto hitam putih
  19. Untuk menghasilkan foto hitam putih yang bagus, perhatikan kontras dalam foto anda. Semakin banyak kontras (area gelap dan terang yang beragam), semakin bagus foto hitam putih anda. - ¶ -
  20. Bawalah kamera kemanapun anda pergi, cara paling cepat meningkatkan kemampuan fotografi anda adalah dengan memperbanyak jam terbang, tidak ada yang lebih baik. - ¶ -
kredit foto adrift oleh: Richard Outram.
sumber: http://belfot.com/21-tips-fotografi-singkat-juli/

Cara menggambar wajah

Banyak orang bilang mengambar wajah orang itu susah, ya susah kalo nggak
mau belajar, tapi kalo mau menekuni kata susah itu akan hilang dengan
sendirinya berjalan dengan waktu. Lambat laun dengan ketekunan
dan sabar belajar menggambar wajah niscaya km pasti bisa menggambar
wajah orang dengan berbagai posisi. Aku mo shering dikit nih buat agan
agan yang mau belajar menggambar khusus buat para pemula maupun
 siswa yang sedang belajar.
Oke langsung aja ya !
1.       Langkah pertama buat dulu lingkaran berbentuk oval
2.       Lingkaran oval tersebut di bagi 3 bagian secara horizontal dan di
bagi 2 bagian area secara vertikal
3.       Pada garis horizontal bagian  pertama buat dulu alis dan mata
4.       Pada garis pertama vertikal buat hidung
5.       Bagian area Garis horizontal kedua buat bibir
6.       Antara garis pertama dan kedua sisi lingkaran untuk membuat telinganya.

Lihat pada gambar di bawah ini
kalo kurang jelas yang bawah ini
7.      Setelah lingkaran oval terbantuk dan semua bagian terisi, langkah
       selanjutnya di luar dan dalam lingkaran buat sketsa untuk rambut
8.       Langkah berikutnya mengarsi dan memperjelas sketsa sehingga
       terbentuklah gambar wajah.
 Begitulah bagi agan agan  pemula yang lagi and mau belajar menggambar
 wajah orang, bagi senior senior seniman yang dah pada ahli menggambar
 potret bisa sharing di sini !







Profil jokowi (joko widodo)

Sejarah Pendidikan, Biografi dan Profil Jokowi yang memiliki nama lengkap Joko Widodo berhasil memenangkan Pilpres 9 Juli 2014 yang mengawali karirnya didunia politik dengan bergabung di PDI Perjuangan (Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan) pimpinan putri sulung Presiden pertama RI yaitu Megawati Soekarno Putri.
Dalam memimpin Jakarta beliau di dampingi oleh Basuki Tjahja Purnama atau Ahok sebagai wakil setelah memenangkan Pilkada 2012 yang kala itu bersaing dengan Fauzi Bowo.
Joko Widodo terlahir 52 tahun silam atau tepatnya pada tanggal 21 Juni 1961 di Surakarta Jawa Tengah. Setelah menyelesaikan kuliah di Fakultas Kehutanan Univesitas Gajah Mada Jokowi menekuni dunia bisnis Furniture. Sebagai kader PDIP pada tahun 2005 beliau berhasil menjabat sebagai Wali Kota Solo, berkat keberhasilannya dalam memimpin dan merubah wajah kota Solo maka Joko Widodo kembali berhasil memenangkan pemilihan Wali Kota untuk yang kedua kalinya pada 2010 dengan pencapaian suara melebihi 90% maka ia kembali menjabat sebagai Wali Kota Solo dengan di dampingi oleh F.X Hadi Rudyatmo.

Foto Jokowi - Joko Widodo
Ir. H. Joko Widodo (Jokowi) Image Source
Dan dalam masa-masa singkat kepemimpinannya sebagai Gubernur DKI Jakarta Ir. H. Joko Widodo kembali menjadi sorotan dan perhatian seluruh masyarakat Indonesia. Beberapa perubahan yang ia lakukan membuat nama beliau semakin mendapatkan tempat di hati warga ibu kota. Namun meskipun masa jabatan Jokowi belum habis, Megawati telah memberikan mandat kepada beliau untuk maju sebagai Calon Presiden 2014. Karena PDIP yakin berkat popularitas serta beliau terus menjadi sorotan media hal tersebut akan membuat sosok dan Profil Joko Widodo semakin di kenal oleh masyarakat indonesia.
Setelah pemilu legislatif 9 April 2014, maka secara resmi Joko Widodo maju sebagai Calon Presiden dengan di dampingi H. M Jusuf Kalla sebagai wakilnya. Dan pada pemilu atau pemilihan umum 2014 ini beliau akan bersaing dengan pasangan Prabowo – Hatta Rajasa untuk memenangkan kursi ke Presidenan yang akan dilepaskan oleh Susilo Bambang Yudhoyono yang telah menjabat sebagai Presiden Indonesia selama 2 periode.

Pendidikan Joko Widodo (Jokowi)

  1. SD Negeri 111 Tirtoyoso.
  2. SMP Negeri 1 Surakarta.
  3. SMA Negeri 6 Surakarta.
  4. Universitas Gajah Mada (Fakultas Kehutanan).
Setelah selesai menjalani masa kuliah di Fakultas Kehutanan Universitas Gajah Mada pada tahun 1985 . Kesempatan ini dimanfaatkannya untuk belajar struktur kayu, pemanfaatan, dan teknologinya. Ia berhasil menyelesaikan pendidikannya dengan judul skripsi “Studi tentang Pola Konsumsi Kayu Lapis pada Pemakaian Akhir di Kodya Surakarta”. Selanjuntnya ia bekerja di BUMN PT Kertas Kraft Aceh di tempatkan di area Hutan Pinus Merkusii di Dataran Tinggi Gayo, Aceh Tengah.
Akan tetapi hal tersebut membuat ia merasa tidak betah dan pulang menyusul istrinya yang sedang hamil tujuh bulan. Jokowi berkeinginan untuk berbisnis di bidang kayu dan bekerja di usaha milik Pakdenya, Miyono, di bawah bendera CV Roda Jati. Maka di tahun 1988, ia mulai membuka usaha sendiri dengan nama CV Rakabu, yang diambil dari nama anak pertamanya. Usahanya sempat berjaya dan juga naik turun karena tertipu pesanan yang akhirnya tidak dibayar. Untuk bisa kembali bangkit setelah mengalami masalah maka beliau meminjam uang sebagai modal kembali sejumlah Rp. 30 juta dari sang Ibu pada pada tahun 1990.
Usaha ini membawanya bertemu Micl Romaknan, yang akhirnya memberinya panggilan yang populer hingga kini, “Jokowi”. Dengan kejujuran dan kerja kerasnya, ia mendapat kepercayaan dan bisa berkeliling Eropa yang membuka matanya. Pengaturan kota yang baik di Eropa menjadi inspirasinya untuk diterapkan di Solo dan menginspirasinya untuk memasuki dunia politik. Ia ingin menerapkan kepemimpinan manusiawi dan mewujudkan kota yang bersahabat untuk penghuninya.
Adapun beberapa perubahan yang di lakukan oleh Jokowi selama menjabat sebagai Wali Kota Solo yang membuat ia berhasil mendapatkan beberapa kali penghargaan sebagai Wali Kota terbaik adalah sebagai berikut:
  • Rebranding Solo.
  • Mendamaikan Keraton Surakarta.
  • Pembenahan pedagang kaki lima.
  • Pembenahan transportasi umum.
  • Hari bebas kendaraan bermotor.
  • Pembenahan pendidikan dan kesehatan.
  • Solo Techno Park dan Esemka.
Tentunya masih banyak hal lainnya yang di lakukan oleh Joko Widodo selama menjabat sebagai Wali Kota Solo, semua peninggalan dari beliau hingga kini masih berguna dan bermanfaat bagi seluruh warga Solo. Atas semua jasa-jasa yang telah di lakukannya maka Jokowi mendapatkan tempat khusus di hati warga Solo, dan untuk pemilihan Calon Presiden pada tahun 2014 ini seluruh masyarakat Solo memberikan dukungan penuh kepada Joko Widodo hingga ia bisa menduduki kursi no.1 RI.
**Gambar dan Artikel di kutip dari Wikipedia

Saturday, October 18, 2014

23 Ciri orang yang cinta kamu

1. Orang yang mencintai kamu tidak pernah mampu memberikan alasan kenapa dia mencintai kamu. Yang dia tahu di hati dan matanya hanya ada kamu satu-satunya.

2. Walaupun kamu sudah memiliki teman istimewa atau kekasih, dia tidak perduli! Baginya yang penting kamu bahagia dan kamu tetap menjadi impiannya.

3. Orang yang mencintai kamu selalu menerima kamu apa adanya, di hati dan matanya kamu selalu yang tercantik walaupun mungkin kamu merasa berat badan kamu sudah bertambah.



4. Orang yang mencintai kamu selalu ingin tau tentang apa saja yang kamu lalui sepanjang hari ini, dia ingin tau kegiatan kamu.

5. Orang yang mencintai kamu akan mengirimkan SMS seperti ’selamat pagi’, ’have fun’, ’selamat tidur’, ‘take care’, dan lain-lain, walaupun kamu tidak membalas SMS-nya, karena dengan kiriman SMS itu lah dia menyatakan cintanya, menyatakan dengan cara yang berbeda, bukan “aku CINTA padamu”.



6. Jika kamu merayakan tahun baru dan kamu tidak mengundangnya ke pesta yang kamu adakan, setidak-tidaknya dia akan menelefon untuk mengucapkan selamat atau mengirim SMS.

7. Orang yang mencintai kamu akan selalu mengingat setiap kejadian yang dia lalui bersama kamu, bahkan mungkin kejadian yang kamu sendiri sudah melupakannya, karena saat-saat itu ialah saat yang berharga untuknya. dan saat itu, matanya pasti berkaca. karena saat bersamamu tidak selalu terulang.

8. Orang yang mencintai kamu selalu mengingat setiap kata-kata yang kamu ucapkan, bahkan mungkin kata-kata yang kamu sendiri lupa pernah mengungkapkannya. karena dia menyematkan kata-kata mu di hatinya, berapa banyak kata-kata penuh harapan yang kau tuturkan padanya, dan akhirnya kau musnahkan? pasti kau lupa, tetapi bukan orang yang mencintai kamu.

9. Orang yang mencintai kamu akan belajar menggemari lagu-lagu kegemaran kamu, bahkan mungkin meminjam CD milik kamu, karena dia ingin tahu apa kgemaran kamu - kesukaan kamu kesukaannya juga, walaupun susah menggemari kesukaan kamu, tapi akhirnya dia bisa.

10. Kalau kali terakhir kalian bertemu, kamu mungkin sedang sakit, dia akan sentiasa mengirim SMS atau menelefon untuk bertanya keadaan kamu - karena dia khawatir tentang kamu, peduli tentang kamu.

11. Jika kamu mengatakan akan menghadapi ujian, dia akan menanyakan kapan ujian itu berlangsung, dan saat harinya tiba dia akan mengirimkan SMS ‘good luck’ untuk memberi semangat kepada kamu.



12. Orang yang mencintai kamu akan memberikan suatu barang miliknya yang mungkin buat kamu itu ialah sesuatu yang biasa, tetapi baginya barang itu sangat istimewa.

13. Orang yang mencintai kamu akan terdiam sesaat, ketika sedang bercakap di telefon dengan kamu, sehingga kamu menjadi bingung. Sebenarnya saat itu dia merasa sangat gugup karena kamu telah menggetarkan dunianya.

14. Orang yang mencintai kamu selalu ingin berada di dekat kamu dan ingin menghabiskan hari-harinya hanya dengan kamu.

15. Jika suatu saat kamu harus pindah ke daerah lain, dia akan senantiasa memberikan nasihat agar kamu waspada dengan lingkungan yang mungkin membawa pengaruh buruk terhadap kamu. dan jauh dihatinya dia benar-benar takut kehilangan kamu, pernah dengar ‘jauh dimata, dekat dihati?’



16. Orang yang mencintai kamu bertindak lebih seperti saudara daripada seperti seorang kekasih.

17. Orang yang mencintai kamu sering melakukan hal-hal yang bikin BETE, seperti menelefon kamu 100 kali sehari. Atau mengejutkan kamu di tengah malam dengan mengirim SMS. Sebenarnya ketika itu dia sedang memikirkan kamu.

18. Orang yang mencintai kamu kadang-kadang merindukan kamu dan melakukan hal-hal yang membuat kamu pening. Namun ketika kamu mengatakan tindakannya itu membuat kamu terganggu dia akan minta maaf dan tak akan melakukannya lagi.

19. Jika kamu memintanya untuk mengajarimu sesuatu maka ia akan mengajarimu dgn sabar walaupun kamu mungkin orang yang terbodoh di dunia!. bahkan dia begitu gembira karena dapat membantu kamu. dia tidak pernah mengelak dari memenuhi permintaan kamu walau sesulit apapun permintaan itu.

20. Kalau kamu melihat handphone-nya maka nama kamu akan menghiasi sebagian besar INBOX-nya. Dia masih menyimpan SMS-SMS dari kamu walaupun ia kamu kirim berbulan-bulan atau bertahun-tahun yang lalu. Dia juga menyimpan surat-surat kamu di tempat khas dan segala pemberian kamu menjadi benda-benda yang berharga buatnya.



21. Dan jika kamu coba menjauhkan diri darinya atau memberi reaksi menolaknya, dia akan menyadarinya dan menghilang dari kehidupan kamu, walaupun hal itu membunuh hatinya.

22. Jika suatu saat kamu merindukannya dan ingin memberinya kesempatan dia akan ada menunggu kamu karena sebenarnya dia tak pernah mencari orang lain. Dia sentiasa menunggu kamu.

23. Orang yang begitu mencintaimu, tidak pernah memaksa kamu memberinya sebab dan alasan, walaupun hatinya meronta ingin mengetahui, karena dia tidak mau kamu terbebani karenanya. saat kau pinta dia pergi, dia pergi tanpa menyalahkan kamu, karena dia benar-benar mengerti apa itu cinta.



Apakah kamu pernah mengalaminya? Jika iya, jangan sia-siakan orang yang mencintai kamu...

sumber:
http://eksplorasi-dunia.blogspot.com/2010/04/23-ciri-ciri-orang-yang-cinta-kamu.html